Minggu, 19 Juli 2026

Teknologi Drone Pertanian, Penyemprotan Hama Lebih Efektif Efisien hingga Regenerasi Petani Muda

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 11:51 WIB
Teknologi drone untuk penyemprotan pupuk atau pengendalian hama, pelatihan teknologi di Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Sabtu, 11 Oktober 2025. (Portaloka.id/Wulan Kurnia Putri)
Teknologi drone untuk penyemprotan pupuk atau pengendalian hama, pelatihan teknologi di Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Sabtu, 11 Oktober 2025. (Portaloka.id/Wulan Kurnia Putri)

PORTALOKA.ID - Teknologi bidang pertanian semakin hari semakin berkembang.

Salah satunya adalah teknologi drone untuk penyemprotan pupuk atau pengendalian hama.

Tak hanya itu, penggunakan drone bisa digunakan menebar benih dan melakukan fogging yang mampu mengusir tikus tanpa pestisida.

Untuk itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten dan PT Agro Maha Sida Jakarta menggelar pelatihan teknologi dan alam bersinergi, penerapan sistem pertanian terpadu menuju kawasan sadar kerukunan berbasis pertanian.

Baca Juga: BRI Hadirkan Musik Kelas Dunia Konser Babyface, Raisa hingga Marcell Siap Meriahkan Panggung, Ada Penawaran Eksklusif BRImo Diskon 25 Persen

Pelatihan ini diisi dengan uji coba penerapan teknologi drone untuk penyemprotan hama.

Staf khusus Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Pertama (Purn) Judijanto mengatakan pemanfaatan drone jadi jembatan untuk generasi muda terlibat di sektor pertanian.

"Anak muda kini bisa bertani tanpa harus turun ke sawah."

"Drone dapat menyemprot pupuk, menebar benih, hingga melakukan pengusiran hama secara efisien dan ramah lingkungan," kata Laksamana Pertama (Purn) Judijanto di Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Baca Juga: Rumah di Bambanglipuro Bantul Dibobol Maling, 2 HP dan Uang Raib, Pelaku Buang Tas di Tempat Sampah

Laksamana Pertama (Purn) Judijanto menuturkan teknologi ini bisa untuk meningkatkan produktivitas.

Selain itu, juga membantu petani menghemat biaya tenaga kerja dan waktu.

Laksamana Pertama (Purn) Judijanto juga mengungkapkan rencana pendirian Indonesian Drone Academy pada Januari 2026.

Sekolah tersebut didirikan bertujuan untuk mencetak generasi petani digital berbasis teknologi AI, IoT, dan blockchain.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X