Pagi-pagi wara jalan berarak menuju makam Eyang Penghulu Gusti. Di awali wudhu dan kemudian naik ke makam Eyang Penghulu Gusti untuk tawasul dan doa bersama. Kemudian acara diakhiri dengan tarhib Ramadhan oleh ustadz kampung.
Baca Juga: Sebentar Lagi Ramadhan, Siap-siap Dugderan Semarang 2025 akan Segera Dibuka!
Usai bertawasul dan berdoa, para jamaah akan disuguhi makanan khas Ciomas.
Sesuai pakem turun temurun, nasi satu pincuk kecil yang dimakan jamaah. Ini siloka untuk mengenang jenis masakan yang digemari leluhur.
Tapi dua tahun ini pakem itu digabungkan dengan makan berat. Para jamaah boleh makan hingga kenyang.
Ada hidangan berat padahal pada zaman Emak Iyam, disarankan bagi jamaah untuk makan kenyang di rumah masing-masing.***
Artikel Terkait
31 Adegan Brutal Dalam Rekonstruksi Pembunuhan Lasarus Bell di Kupang, Keluarga Korban Ikut Menyaksikan
Resmi dari Pemprov Kepri! Begini Jam Kerja ASN dan Non-ASN Selama Ramadhan 2025, Pegawai Harus Tahu
Polisi Ringkus Komplotan Perampok Asal Sumatera Gasak Uang Rp250 Juta di Banyumas, Pelaku Miliki Peran Berbeda-beda, Ini 9 Faktanya
Profil Brian Yuliarto, Guru Besar ITB yang Kini Menjabat Mendiktisaintek Gantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro
Bareskrim Polri Ungkap Praktik Kecurangan SPBU di Sukabumi, Akibatkan Kerugian Konsumen hingga Rp1,4 Miliar Per Tahun
Dilantik sebagai Mendiktisaintek Baru, Segini Harta Kekayaan Brian Yuliarto