Kamis, 4 Juni 2026

Ngembang di Gunung Jaha: Doa-Doa yang Bangkit dari Sunyi Galuh

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Selasa, 10 Februari 2026 | 16:39 WIB
Masyarakat menggelar tradisi Ngembang di Situs Wiraoetama Linggasari Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)
Masyarakat menggelar tradisi Ngembang di Situs Wiraoetama Linggasari Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)

Baca Juga: Kaweruh Leluhur Galuh: Situs Gunung Galuh di Sindangrasa Kabupaten Ciamis

Ketua Paguyuban Wiraoetama, Idin Jahidin, menambahkan, tradisi Ngembang memiliki makna yang dalam. Secara harfiah berarti wangi dan berkembang, namun secara batiniah ia adalah harapan untuk terus tumbuh dan berkembang.

“Ngembang itu doa agar daerah kami harum namanya, berkembang kehidupannya, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Idin.

Baginya, ritual ini adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini. Antara leluhur yang telah tiada dan generasi yang masih melangkah.

Di Situs Gunung Jaha warga Linggasari belajar kembali tentang asal-usul, tentang rasa hormat, dan tentang harapan yang terus dititipkan pada doa.

Baca Juga: Gerindra Ciamis Mulai Bangun Kantor Permanen, Momentum HUT ke-18 Jadi Penanda Konsolidasi

Ketika matahari kian meninggi, warga pun beranjak turun. Namun doa-doa yang terucap pagi itu seakan tertinggal, menetap di antara nisan tua dan pepohonan, menunggu waktu untuk menjelma berkah, sebagaimana Galuh pernah bangkit dari tanah sunyi, berabad-abad silam.

Kemudian acara dilanjutkan dengan makan dan minum sebagai penanda Munggahan.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X