BANJAR, PORTALOKA.ID - Program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintahan Prabowo Subianto membawa harapan baru bagi dunia pendidikan.
Kondisi sekolah yang tidak layak, kini disulap menjadi tempat belajar yang nyaman dan representatif.
Seperti yang dirasakan oleh guru dan murid di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama (NU) 2 Kota Banjar.
Sekolah yang berlokasi di Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat ini mendapat bantuan revitalisasi dari pemerintah.
Baca Juga: Pemasangan Spanduk Pendampingan Kejagung RI pada Proyek Revitalisasi Sekolah Kota Banjar Disoal
SMK NU 2 Banjar mendapatkan anggaran revitalisasi sekolah sekitar Rp700 juta. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk membangun dua ruang kelas baru guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Program revitalisasi ini membawa perubahan signifikan bagi sekolah. Sebelumnya, ruang kelas yang digunakan siswa masih berupa bangunan semi permanen. Kini, dua ruang kelas tersebut telah berubah menjadi bangunan permanen dengan kondisi yang lebih representatif.
Selain perubahan pada fisik bangunan, ruang kelas baru juga dilengkapi mebel atau perabot sekolah dengan desain lebih modern. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
Kepala SMK NU 2 Banjar, Nadia Wahdah, S.Pd., mengapresiasi program revitalisasi yang telah memberikan dampak positif terhadap kondisi sarana pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Menurut Nadia, bantuan tersebut menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperbaiki fasilitas pembelajaran sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan yang diberikan.
“Kami sangat mengapresiasi adanya program revitalisasi ini. Dengan bangunan yang sekarang lebih permanen dan fasilitas yang lebih modern, kami berharap lingkungan belajar menjadi lebih nyaman dan bisa meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMK NU 2 Banjar,” ujar Nadia.
Ia berharap, keberadaan fasilitas baru tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan jumlah peserta didik yang mendaftar setiap tahun.
Pasalnya, jumlah siswa SMK NU 2 Banjar saat ini masih berada pada kisaran puluhan orang. Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, ketika jumlah peserta didik di sekolah itu mampu mencapai ratusan orang.