pendidikan

Artificial Intelligence Tidak Akan Menggantikan Guru: Saatnya Pendidik Berkolaborasi dengan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia

Rabu, 1 Juli 2026 | 13:10 WIB
Kupas peran Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan (Ist)

Refleksi Penulis

Sebagai Guru MI Islamiyah Mojokampung, sekaligus Ketua PIMDA PGMM Kabupaten Bojonegoro, Sekretaris PW PGMM Provinsi Jawa Timur, dan Tim IT PP PGMM, saya memandang bahwa Artificial Intelligence bukanlah ancaman bagi profesi guru, melainkan peluang besar untuk memperkuat profesionalisme pendidik.

Melalui berbagai pelatihan transformasi digital, pendampingan implementasi AI dalam pembelajaran, serta interaksi langsung dengan para guru madrasah di berbagai daerah, saya melihat bahwa AI mampu membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan administratif secara lebih efisien.

Waktu yang sebelumnya tersita untuk menyusun perangkat pembelajaran kini dapat dialihkan untuk membangun komunikasi yang lebih intens dengan peserta didik, merancang pembelajaran yang lebih bermakna, dan memperkuat pendidikan karakter.

Namun saya juga meyakini bahwa kecanggihan teknologi tidak boleh mengaburkan hakikat pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia.

AI dapat membantu menyusun perangkat pembelajaran, tetapi tidak mampu menggantikan ketulusan seorang guru ketika membimbing peserta didik yang sedang mengalami kesulitan. AI dapat menghasilkan jawaban, tetapi tidak dapat menanamkan kejujuran. AI dapat menciptakan berbagai inovasi pembelajaran, tetapi tidak dapat menjadi teladan dalam kehidupan.

Karena itu, saya percaya bahwa guru yang akan bertahan di masa depan bukanlah guru yang menolak AI, melainkan guru yang mampu menguasai AI tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya. Teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat pendidikan, bukan menggantikan jiwa pendidikan itu sendiri.

Baca Juga: Promedia Group Gandeng Manava Collective Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat

Penutup

Artificial Intelligence merupakan salah satu inovasi terbesar abad ke-21 yang akan terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan manusia. Dalam dunia pendidikan, AI mampu meningkatkan efisiensi, memperkaya sumber belajar, serta mendukung pembelajaran yang lebih personal dan adaptif.

Namun, pendidikan sejatinya tidak hanya bertujuan mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan empati, serta menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Seluruh aspek tersebut tetap membutuhkan kehadiran seorang guru.

Oleh sebab itu, masa depan pendidikan bukanlah tentang memilih antara guru atau AI, melainkan tentang bagaimana guru mampu memanfaatkan AI secara bijaksana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, inovatif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik.***

"Artificial Intelligence tidak akan menggantikan guru. Namun, guru yang mampu memanfaatkan AI dengan bijak akan menjadi pendidik yang lebih efektif, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan."

 

Penulis: Kang Galih (Galih Rimba Ariyana, S.Pd., Gr.)
Guru MI Islamiyah Mojokampung | Ketua PIMDA PGMM Kabupaten Bojonegoro | Sekretaris PW PGMM Provinsi Jawa Timur | Tim IT PP PGMM

Halaman:

Tags

Terkini