Di akhir sambutannya, Mamah berpesan agar para siswa yang telah lulus untuk melanjutkan pembiasaan yang selama ini telah dilaksakan.
"Untuk anak-anakku, pesan ibu, yang pertama pembiasaan yang sudah terbiasa, mohon diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hafalan dan solat duha. Jangan tinggal salat 5 waktu anak-anak sekalian. Ketika mendengar muazin, langsung ambil wudu," ucapnya.
"Jagalan nama baik diri sendiri, keluarga dan lembaga dengan akhlakul karimah. Gapaikan cita-cita setinggi langit," pungkasnya.
Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polisi Terkait Ijazah Jokowi, Begini Kata Pengacara
Kepala Kemenag Ciamis Beberkan Keunggulan Madrasah
Ketua Yayasan Babussalam, H. Asep Lukman Hakim, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Kepala MI Bojongsari dan para guru yang telah berdedikasi dalam mendidik para siswa.
Terlebih, MI Bojongsari berhasil meraih sejumlah prestasi dalam berbagai perlombaan.
"Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk Ibu Kepala dan tenaga pendidik MI Bojongsari yang sudah bekerjasama dan kini bisa memperlihatkan kepada seluruh lapisan masyarakat terutama kepada orang tua murid, bahwa ketika menitipkan anak-anaknya di MI Bojongsari itu tidak gagal karena MI Bojongsari ini memiliki prestasi," kata Asep Lukman Hakim.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis ini juga menyinggung soal penghargaan Sekolah Adiwiyata yang diraih MI Bojongsari.
Menurutnya, prestasi tersebut sangat membanggakan sebab MI Bojongsari masuk 10 besar Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Ciamis dan berkesempatan melaju ke tingkat nasional.
"Bahkan di lingkup Kementerian Agama, dari 10 besar hanya dua madrasah yang masuk 10 besar di tingkat kabupaten yaitu MI Bojongsari dan MI Panyingkiran. Ini tentu jadi kebanggaan bagi kita semua," ujar Asep.
Lebih panjut, Asep menjelaskan keunggulan kurikulum yang dijalankan di madrasah.
Menurutnya, kurikulum yang digunakan Kementerian Agama dan Kemendikdasmen sama. Namun ada sedikit perbedaan terutama dalam pelajaran Agama.