"Kami mengusung ramah lingkungan dan tanpa menggunakan AC tetapi tetap adem."
"Ke depan, Lazuardi Al Falah akan mengembangkan rumah tumbuh kembang anak yang mencakup pusat terapi dan membangun Sport Center."
"Selain itu, diluncurkan pula Inclusive Learning Hub, pusat pembelajaran bagi guru maupun orang tua," ujar Sagoro Dharmawan.
Sagoro Dharmawan mengungkapkan Lazuardi Al-Falah Global Islamic School dikenal sebagai sekolah inklusif yang menerima Anak Berkebutuhan Khusus (disabilitas).
Setiap kelas, sudah menggabungkan anak berkebutuhan khusus dengan siswa reguler.
Sementara untuk guru, setiap kelas ada guru kelas, guru mata pelajaran dan 2 guru pendamping.
Bagi anak berkebutuhan khusus, rasio pendamping disesuaikan dengan tingkat kebutuhan.
Satu pendamping bisa melayani 3 anak untuk kasus ringan atau one on one untuk kasus berat.
"Sekolah kami telah menerima sekitar 25 anak berkebutuhan khusus dari tingkat PAUD-TK hingga SMP."
"Sekitar 80 persen lulusan anak berkebutuhan khusus dari sekolah Lazuardi Al Falah berhasil melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya."
"Ini menunjukkan keberhasilan model pendidikan inklusif yang kami terapkan," kata Sagoro Dharmawan.