KLATEN, PORTALOKA.ID - Produsen brondong di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendapat berkah melimpah di momen tradisi sadranan.
Biasanya, warga melakukan tradisi sadranan sebelum datangnya Bulan Suci Ramadhan.
Momen tradisi sadranan jelang Bulan Ramadhan, banyak warga mencari brondong sebagai pelengkap makanan.
Tentunya, momen sadranan jadi berkah untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengan atau UMKM.
Brondong merupakan makanan tradisional yang terbuat dari gabah ketan.
Proses pembuatan brondong cukup mudah.
Gabah ketan dikukus lalu disangrai.
Setelah gabah ketan mengembang lalu dilakukan penyaringan.
Setelah itu diberi gula jawa dan dibentuk sesuai ukuran.
Salah satu produsen brondong, Eko Yulianto mengatakan permintaan brondong pada momen sadranan meningkat 100 persen.
Kalau hari biasanya produksi 5 kilogram, kini menjadi 10 kilogram.
Bahkan, di momen tradisi sadrnan kali ini, dalam sehari Eko Yulianto mendapat untung Rp 200 ribu.