Baca Juga: Gus Miftah Olok-Olok Penjual Es Teh, Ketua MUI Berang: Ustadz Kayak Gitu Jangan Ditiru Ya Dek!
Ucapan Gus Miftah tersebut membuat geram warganet, hingga mereka mengadukan hal itu kepada Presiden Prabowo Subianto.
Tak ayal, kolom komentar akun Twitter Prabowo pun dipenuhi aduan warganet.
"Ada yang merendahkan rakyatmu pak, dari anggota utusan khususmu. Padahal rakyatmu lagi usaha," tulis akun X @Wib***.
"Saya yakin pak presiden tak hafal nama-nama mentri dan turunannya. Ini saya ingatkan salah satu anak buah anda," kata @Tan***.
Baca Juga: Gus Miftah Dikecam Dianggap Olok-Olok Penjual Es, Ustadz Hilmi Firdausi Janji Borong Dagangannya
"Pak gimana ini Miftah gobl*k-gobl*kin orang kecil yang sedang berusaha mencari nafkah untuk keluarganya. Sampai penjual es merasa sedih bahkan istrinya pun kena bully. Apa begini utusan presiden merendahkan wong cilik," tulis @lob*** seraya mengunggah video viral Miftah.
"Pak Presiden yang terhormat, tolong Pak Miftah diobservasi ulang. Tingkah lakunya tidak mencerminkan orang berakhlak, tidak ada kemampuan intelektual. Saya tidak ikhlas dunia dan akhirat, jika ia digaji dari uang pajak yang saya keluarkan," kata @wak***.
"Tolonglah segera diproses si Miftah. Selesaikan saja jabatannya. Itu pun jika anda memang berjiwa ksatria," tegas @din***.
Seperti diketahui, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah merupakan salah satu utusan khusus presiden yang membidangi kerukunan beragama dan pembinaan sarana keagamaan.
Penjelasan Muhammad Yusuf Chudlori
Sementara itu, Muhammad Yusuf Chudlori salah satu ulama yang turut satu panggung dengan Gus Miftah mengatakan bahwa yang dilakukan pendagang es teh dianggap mengganggu konsentrasi.
Hal itu disampaikannya melalui akun X pribadinya @yusuf_ch.
"Kontek utuhnya penjual es muter-muter di antara jamaah padahal cuaca hujan, hingga mengganggu konsentrasi, lalu ditegur GM (Gus Miftah) agar minggir seperti penjual lainnya. Wong yo hujan-hujan kok nawarin es. Maaf bila respon kita kurang pas waktu itu," kata Gus Yusuf, dikutip Selasa, 3 Desember 2024.***