"Tapi justru karna itu. Sekarang, sebagai bentuk tanggung jawab, saya tidak akan diam karena amanat rakyat telah dikhianati," kata Ernest lagi.
Penulis ini mengaku dulu sangat lugu.
Ia mengatakan tak bisa maafkan diri sendiri apabila hanya diam saat ada kekacauan terjadi.
"Saya akui, dulu saya terlalu lugu. Tetapi saya tidak akan bisa memaafkan diri saya bila memilih untuk diam dalam malu di saat genting seperti ini," imbuhnya.
Ayah satu anak meminta untuk semua rakyat Indonesia bersatu tanpa memandang siapa pilihan presiden di masa lalu.
Hal ini dilakukan untuk menegakkan demokrasi yang sejatinya.
"Siapa pun presiden pilihanmu di masa lalu, ini waktu kita untuk bersatu," tandasnya.***