berita

Peran UMKM Membuat Program MBG Jadi Lebih Praktis, Utamakan Suplai Bahan Makanan di Sekitar

Selasa, 4 Februari 2025 | 18:01 WIB
Muhammad Qodari kunjungi dapur BGN di Sleman, Yogyakarta (Portaloka.id/Frista Zeuny)

SLEMAN, PORTALOKA.ID - Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari menjelaskan keterlibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kunjungannya saat meninjau dapur Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 4 Februari 2025.

Qodari mengatakan, dalam rantai produksi ini, UMKM itu bisa terlibat, baik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh BGN maupun dikelola oleh swasta.

"Itu semua (bahan pokok) ngambil dan dapat produk dari UMKM, seperti sayur, ikan ayam daging itu dari UMKM karena memang kan nggak bisa juga cari terlalu jauh," katanya usai kunjungan.

Baca Juga: Kondisi Dapur MBG di Kabupaten Sleman Panas, Staf Kepresidenan Nyatakan Perlu Ada Perbaikan

Adapun sayur-sayuran diperlukan yang masih segar, sebab kualitas bahan makanan itu tidak bisa bertahan baik jika sudah berhari-hari.

"Sayur kalau udah berhari-hari kan udah nggak segar lagi. Jadi praktis sebetulnya yang suplai yang di sekitar," ungkap Qodari.

Menurutnya, peran UMKM tidak hanya sebagai produsen saja, tetapi juga dalam proses produksi MBG ini.

"Nah mungkin harus di highlight dengan lebih jelas peran dari UMKM dalam proses produksi atau rantai produksi, tetapi saya lebih berbicara dengan produsen melibatkan UMKM," jelasnya.

Baca Juga: Kinerja Fundamental Solid, BRI Optimis Tumbuh Berkelanjutan

Terkait dengan menu yang disajikan, Qodari menyebut, kurang lebih sama dengan daerah yang lain.

"Kalau bicara menu, relatif standar dan tidak ada kendala ya," ungkapnya.

Qodari pun berharap, dapur yang digunakan untuk produksi MBG bisa memenuhi standar, sehingga kualitas makanan pun tidak perlu diragukan lagi.***

Tags

Terkini