berita

Waspada! Cuaca Ekstrem Mulai Melanda Wilayah Jawa Tengah, Kepala BMKG: Puncak Musim Hujan Terjadi hingga Februari 2025

Jumat, 31 Januari 2025 | 09:13 WIB
Cuaca ekstrem mulai melanda wilayah Jawa Tengah. Puncaknya hingga Februari 2025. (jatengprov.go.id)

Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor di Sikka, NTT, Akses Terputus, Warga Siap Gotong Royong!

Sementara, puncaknya diprediksi pada Januari hingga Februari 2025.

Dwikorita mengatakan bahwa intensitas hujan lebat hingga sangat lebat akan terjadi di berbagai wilayah.

Utamanya pada wilayah yang rawan terjadi bencana seperti Batang, Pekalongan, dan Boyolali.

Menurutnya, wilayah tersebut memiliki ancaman banjir dan tanah longsor yang harus menjadi perhatian utama.

Baca Juga: Imbas Hujan Deras, 18 Jenazah di Pemakaman Mejayan Madiun Ludes Tergerus Banjir

Misalnya Kabupaten Boyolali karena adanya jalur sungai di lereng Gunung Merbabu sehingga akan sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi.

Dikutip dari Instagram @semarangpemkot, hujan ekstrem juga berpotensi melanda beberapa Kecamatan di Semarang.

Di antaranya yaitu Semarang Tengah, Semarang Utara, Semarang Timur, Semarang Selatan, Semarang Barat, Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Candisari, Gajahmungkur, Tembalang, Banyumanik, Gunungpati, Mijen, Ngaliyan, dan Tugu.

Tidak hanya hujan ekstrem, kawasan pesisir utara dan selatan Jawa Tengah pun berpotensi terancam banjir rob.

Baca Juga: Pencarian Hari Ketiga, Polsek Tasifeto Timur Belu NTT Temukan Warga yang Terseret Banjir Dalam Kondisi Meninggal Dunia

Upaya Pemerintah

Untuk menghadapi situasi tersebut, Dwikorita bersama tim BMKG telah mengecek keadaan di lapangan secara langsung dan memberikan sosialisasi terkait mitigasi bencana.

Dwikorita mengatakan, langkah mitigasi harus dilakukan oleh semua pihak dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat.

“Kita semua harus bekerja sama untuk memastikan keselamatan masyarakat. Informasi yang kami sampaikan bukan hanya untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga untuk membantu masyarakat mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi bencana," tutupnya.

Halaman:

Tags

Terkini