Seiring waktu, jumlah santri terus bertambah, bahkan ibu-ibu juga ikut bergabung untuk belajar mengaji.
"Awalnya hanya beberapa anak."
"Lama-lama banyak yang tertarik."
"Bahkan ibu-ibu di sekitar rumah pun ingin belajar," kata Aipda Agus Miswanto, Sabtu, 25 Januari 2025.
Pada tahun 2022, orang tua Aipda Agus Miswanto memutuskan untuk mewakafkan sebidang tanah di samping rumahnya.
Di atas tanah itu, Aipda Agus Miswanto membangun sebuah musala kecil.
Kemudian, berkembang menjadi Yayasan dan Pondok Pesantren Daruttaqwa.
"Pembangunan musala dan pesantren ini saya lakukan dari hasil menabung sedikit demi sedikit dari gaji saya sebagai anggota Polri."
"Alhamdulillah, ada banyak pihak yang mendukung, termasuk Bapak Kapolres Purbalingga," ucap Aipda Agus Miswanto.
Kini, jumlah santri di Pondok Pesantren Daruttaqwa telah mencapai 50 orang.
Beberapa di antaranya merupakan anak yatim piatu yang turut mendapatkan bimbingan agama di pesantren tersebut.
"Bagi saya, mengajarkan ilmu kerap diundang sebagai penceramah agama di berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga.