Baca Juga: PSSI Sudah Temukan Sosok Pengganti Shin Tae-yong, Akan Datang ke Indonesia 11 Januari
Wamendagri memastikan bahwa Kementerian Dalam Negeri terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pelaksana program.
“Kami melihat sistem ini terbangun dengan baik. Mulai dari kesiapan dapur hingga kandungan gizi yang diberikan kepada anak-anak. Namun, tentu ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam bentuk kerja sama yang mungkin berbeda di tiap daerah,” ungkapnya.
Program MBG tidak hanya mengakar di Bogor, tetapi juga tersebar di seluruh Nusantara.
Badan Gizi Nasional mencatat bahwa 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi telah beroperasi di 26 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua Selatan.
Dapur-dapur ini menjadi simbol dedikasi dan komitmen terhadap generasi penerus bangsa.
Setiap dapur MBG dikelola oleh tim profesional, terdiri dari seorang kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.
Mereka bekerja bahu-membahu memastikan makanan yang disajikan bukan hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga tepat waktu dalam distribusinya.
Dengan program ini, Indonesia melangkah lebih dekat menuju generasi emas yang sehat dan cerdas.
Baca Juga: Indonesia Peroleh Kuota Jamaah Haji 221.000 Tahun Ini, Dirjen PHU Kemenag Beri Layanan Terbaik
Dr. Bima Arya mengingatkan, “Masa depan bangsa ini tergantung pada apa yang kita tanamkan hari ini. Program MBG adalah salah satu langkah nyata untuk mencapainya.”***