Minggu, 19 Juli 2026

Prabowo Perintahkan Bahan Baku Makan Bergizi Gratis Bersumber dari Desa: untuk Mengerakkan Ekonomi Masyarakat

Photo Author
Rohmana Kurniandari, Portaloka
- Sabtu, 4 Januari 2025 | 08:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk menggunakan bahan baru program Makan Bergizi Gratis dari dalam negeri. (Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk menggunakan bahan baru program Makan Bergizi Gratis dari dalam negeri. (Istimewa)

BOGOR, PORTALOKA.ID - Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya agar menggunakan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dalam negeri, bukan impor. 

Penggunaan bahan baku untuk untuk program MBG melibatkan koperasi hingga badan usaha milik desa (bumdes).

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi usai rapat bersama Prabowo di Istana Bogor, Jumat, 3 Januari 2025. 

"Jadi arahan Presiden, (MBG) ini harus bahan bakunya harus dari Indonesia, dari desa, sehingga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Bukan impor," kata Budi.

Baca Juga: Prabowo akan Hapus Utang Sekitar 1 Juta Pelaku UMKM Sebanyak Rp14 Triliun

Budi merinci pihaknya bakal melibatkan ribuan koperasi untuk menyukseskan program unggulan pemerintah. Ia juga mengaku telah mendata sebaran desa yang memproduksi beragam komoditas untuk menyokong MBG.

"Ada 1.923 koperasi yang siap menampung, siap berkontribusi dalam penyelenggaran makan bergizi gratis," kata Budi.

"Itu termasuk koperasi telur berapa; koperasi sayur; beras; koperasi ikan, dan sebagainya," sambungnya.

Baca Juga: Menteri Bappenas Sebut Program Makan Bergizi Gratis akan Dorong Permintaan Baru Hasil Tani Lokal

Selain itu, Budi juga menyebut desa berkontribusi menghasilkan berbagai kebutuhan seperti jagung, ikan nila hingga melon. Ia menyatakan hal tersebut telah masuk dalam 20% dana desa yang dianggarkan untuk ketahanan pangan.

"Tapi yang pasti, tadi untuk ketahanan pangan makan siang bergizi itu dari dana desa. Tadi saya sampaikan, saya laporkan 20% dari Rp 71 triliun dana desa tahun 2025 untuk ketahanan pangan," jelas Budi.***

Editor: Rohmana Kurniandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X