Awalnya buah sukun yang sudah siap dibelah menjadi 2 bagian lalu dibersihkan.
Setelah itu buah sukun dipotong kotak memanjang seukuran stik.
Selanjutnya buah sukun dicuci hingga bersih.
Lalu, buah sukun digoreng menggunakan kayu bakar selama 20 hingga 30 menit lamanya.
"Di sini goreng alami pakai kayu bakar. Pakai kayu rasanya beda karena lebih enak daripada dengan kompor gas," kata Sengon Rus Dwiyono.
Dalam sehari, Sengon Rus Dwiyono mampu memproduksi camilan stik sukun mencapai 5 hingga 7 kwintal.
Satu kilogram stik sukun dijual seharga Rp 45 ribu hingga Rp 70 ribu tergantung jenis dan ukuran.
Berkat ketekunannya, bisnis Sengon Rus Dwiyono bisa menghasilkan omzet sekitar Rp 20 juta setiap harinya kala musim panen buah sukun.
"Rata-rata kalau saat panen raya sukun kita bisa produksi sekitar 5 hingga 7,5 kwintal matang per hari. Kalau mentah bisa lebih dari 2 ton."
"Harganya saya jual per kilogram itu Rp 45 ribu hingga Rp 70 ribu," ucap Sengon Rus Dwiyono.
Camilan stik sukun produksi Sengon Rus Dwiyono banyak diburu warga.