Kamis, 4 Juni 2026

Bisnis Stik Sukun di Jogonalan Klaten Omzet Puluhan Juta Rupiah, Kisahnya Berawal dari Modal Jual Motor, Cocok untuk Oleh-oleh Rasanya Gurih

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Selasa, 31 Desember 2024 | 08:29 WIB
Seorang warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sengon Rus Dwiyono (41) sukses menjalankan bisnis stik sukun. (Tim Portaloka.id)
Seorang warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sengon Rus Dwiyono (41) sukses menjalankan bisnis stik sukun. (Tim Portaloka.id)

Awalnya buah sukun yang sudah siap dibelah menjadi 2 bagian lalu dibersihkan.

Baca Juga: Wisata Petik Buah Melon di Perkebunan Betha Sutrisno Klaten, Boleh Mencicipi hingga Belajar Budidaya, Dibawa Pulang Cuma Bayar Rp 20 Ribu

Setelah itu buah sukun dipotong kotak memanjang seukuran stik.

Selanjutnya buah sukun dicuci hingga bersih.

Seorang warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sengon Rus Dwiyono (41) sukses menjalankan bisnis stik sukun. (Tim Portaloka.id)

Lalu, buah sukun digoreng menggunakan kayu bakar selama 20 hingga 30 menit lamanya.

"Di sini goreng alami pakai kayu bakar. Pakai kayu rasanya beda karena lebih enak daripada dengan kompor gas," kata Sengon Rus Dwiyono.

Dalam sehari, Sengon Rus Dwiyono mampu memproduksi camilan stik sukun mencapai 5 hingga 7 kwintal.

Baca Juga: Pengrajin Panggangan Sate di Ceper Klaten Alami Peningkatan Permintaan hingga 30 Persen Jelang Hari Raya Idul Adha 2024

Satu kilogram stik sukun dijual seharga Rp 45 ribu hingga Rp 70 ribu tergantung jenis dan ukuran.

Berkat ketekunannya, bisnis Sengon Rus Dwiyono bisa menghasilkan omzet sekitar Rp 20 juta setiap harinya kala musim panen buah sukun.

"Rata-rata kalau saat panen raya sukun kita bisa produksi sekitar 5 hingga 7,5 kwintal matang per hari. Kalau mentah bisa lebih dari 2 ton."

"Harganya saya jual per kilogram itu Rp 45 ribu hingga Rp 70 ribu," ucap Sengon Rus Dwiyono.

Baca Juga: Jelang Idul Adha 2024, Pengrajin Tusuk Sate di Trucuk Klaten Kebanjiran Orderan, Permintaan Naik 50 Persen

Camilan stik sukun produksi Sengon Rus Dwiyono banyak diburu warga.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X