"Ini adalah bentuk tindakan pre-emptive kami untuk mencegah terjadinya kekerasan yang dapat membahayakan masyarakat luas," ujar AKBP Albertus Recky Robertho.
Para remaja tersebut lalu dibawa ke Polres Kebumen untuk pemeriksaan dan pelatihan.
Kepolisian juga memanggil orang tua dari masing-masing remaja untuk memberikan pemahaman serta memastikan anak-anak mereka tidak mengulangi perbuatannya.
AKBP Albertus Recky Robertho menegaskan, Polres Kebumen akan terus melakukan patroli dan pengawasan terhadap aktivitas remaja untuk mencegah hal serupa.
Ia juga meminta masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan.
Polres Kebumen akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk memberikan edukasi pada para pelajar tentang bahaya tawuran dan dampak hukum yang ditimbulkannya.
“Langkah ini penting agar para remaja memahami risiko dari tindakan mereka,” jelasnya.
Dengan upaya pencegahan yang semakin intensif, Polres Kebumen berharap kasus serupa tidak terulang lagi.
“Kami ingin Kebumen menjadi wilayah yang aman dan nyaman, tenang tanpa adanya gangguan,” tutur AKBP Albertus Recky Robertho. ***