BOYOLALI, PORTALOKA.ID - Polisi Polres Boyolali, Jawa Tengah sudah melakukan kunjungan terhadap SS (16), santri korban penganiayaan dibakar hidup-hidup oleh tamu pondok pesantren, GSD (21).
Kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban SS.
"Kita sudah melakuan pemeriksaan dan kunjungan ke santri di RSUD Simo, Boyolali."
"Kami juga melakukan koordiasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) untuk mengupayakan agar korban mendapatkan hak-nya terutama fasilitas kesehatan," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Joko Purwadi, Jumat pagi, 20 Desember 2024.
Diberitakan sebelumnya, SS adalah santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Darusy Syahadah, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Ia dibakar hidup-hidup oleh tamu yang datang, GSD, Senin, 16 Desember 2024 sekira pukul 21.00 WIB.
GSD datang ke Ponpes Darusy Syahadah mengaku sebagai kakak dari santri berinisial E.
Saat itu GSD menyuruh E untuk memanggil SS yang dituduh mencuri HP.
SS mendatangi GSD di ruang tamu Ponpes dan terjadi dialog di antara mereka.
GSD menyebut SS mengambil HP milik E.
Pelaku lalu menyiram pertalite ke tubuh korban dan menyalakan korek api menyulutnya ke tubuh korban.
Pihak Ponpes Darusy Syahadah lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Simo.