Baca Juga: Bidan 77 Tahun Jadi Tersangka Perdagangan Orang di Yogyakarta, Harga Bayi Laki-laki Capai Rp85 Juta
Tim SAR pun terkendala untuk lakukan evakuasi karena semua celah gorong-gorong tertutup air, pencayahaan yang minim dan perlu menggunakan alat berat.
"Terkendala karena debit air cukup tinggi dan tertutup dari sisi gorong-gorongnya. Tidak ada celah observasi, ditambah cuaca malam hari sehingga tidak maksimal untuk melihat," jelasnya.
Alhasil Tim SAR baru bisa melakukan pemantauan titik mencurigakan pada saat itu.
Kemudian korban baru bisa dievakuasi pagi tadi setelah air sudah surut dan alat berat sudah diterjunkan.
"Dari kemarin malam hingga saat ini baru bisa pemantauan di titik mencurigakan. Akan dilanjutkan pagi nanti saat kondisinya sudah cerah dan airnya surut. Selain itu kita juga akan pakai alat berat untuk mengangkat betonnya," katanya.
Asnawi melanjutkan, korban dipastikan bukan merupakan warga setempat.
"Korban sendiri belum teridentifikasi karena bukan warga sini dan belum ada identitas yang jelas. Cuma penjual makanan yang ada di sini sempat melihat korban dan sebut bukan orang sekitar sini," imbuhnya.***