Mereka mengakui bahwa senjata tersebut memang akan digunakan untuk melakukan aksi tawuran.
Baca Juga: Pemancing Ditemukan Meninggal Dunia di Muara Sungai Lukulo Kebumen, Sempat Dilaporkan Hilang
Dari hasil penyelidikan, para remaja yang diamankan sebagian besar merupakan siswa dari sekolah SMK.
Sementara salah satunya masih duduk di bangku SMP.
Hal ini menambah perhatian karena kasus tawuran pelajar memang sering terjadi di beberapa daerah.
Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan 6 database parang, 1 database klewang, serta 7 unit sepeda motor yang digunakan oleh para remaja tersebut.
Baca Juga: Satresnarkoba Polres Kebumen Bekuk 2 Pengedar Narkoba Jenis Sabu
Barang bukti ini kemudian dibawa petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut AKBP Albertus Recky Robertho aksi tawuran bisa dicegah dengan adanya kepedulian semua pihak, termasuk pihak sekolah dan keluarga.
Oleh karena itu, para remaja ini akan diberikan pelatihan yang melibatkan peran aktif orang tua dan pihak sekolah masing-masing.
"Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua mereka untuk bersama-sama memberikan pelatihan kepada para remaja ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” ujar AKBP Albertus Recky Robertho, Minggu, 8 Desember 2024.
Polres Kebumen akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah rawan tawuran untuk memastikan keamanan dan keamanan masyarakat.
Dengan langkah ini, aksi tawuran yang diharapkan bisa ditekan.