berita

Imam Besar Istiqlal Dukung Makan Bergizi Gratis, Sebut Program Ini Sesuai Hadits

Minggu, 13 Oktober 2024 | 19:18 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal sebut program makan bergizi gratis sesuai hadits (istiqlal.or.id/Instagram @prabowo)

JAKARTA, PORTALOKA.ID - Program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto mendapat dukungan sejumlah pihak.

Dukungan terhadap program tersebut di antaranya datang dari Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.

Rektor Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Quran Jakarta itu menyatakan dukungannya terhadap program makan bergizi gratis yang dicetuskan presiden terpilih Prabowo Subianto.

Menurutnya, gagasan tersebut perlu didukung demi pertumbuhan ana-anak.

Baca Juga: BRI Kembali Gelar Program Pengusaha Muda BRILiaN 2024 untuk Tumbuhkan Semangat Entrepreneurship Generasi Muda

“Gagasan untuk memberi makan kepada anak-anak usia pendidikan dini ini ya ini sangat-sangat penting untuk kita dukung. Karena banyak hadist-nya yang mengingatkan kita betapa perlunya kita berikan gizi yang cukup kepada anak-anak kita yang mengalami pertumbuhan sel-sel otak,” kata Nassarudin kepada wartawan, Sabtu, 12 Oktober 2024.

Nasaruddin mengatakan seharusnya kebijakan makan bergizi gratis untuk siswa ini sudah ada sejak lama. Namun, tidak ada kata terlambat untuk memulai program yang baik.

“Tapi alhamdulillah tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan, saya selaku Imam Besar sering mengisi di media-media seringkali juga saya sebutkan bahwa perhatian khusus terhadap anak-anak itu sangat penting terutama masalah gizi,” tandasnya.

Ia mengingatkan bahwa sejarahnya Rasulullah SAW sendiri banyak memberikan perhatian kepada anak kecil sehingga kebijakan pemberian makan bergizi ini pun menurutnya Islami dan religius.

Baca Juga: Dukung Makan Bergizi Gratis, Imam Besar Masjid Istiqlal: Program Islami dan Religius

“Rasulullah SAW itu banyak sekali memberikan perhatian kepada anak kecil, seperti hadist yang diriwayatkan oleh Mu'awiyah bin Abi Sufiyah. Perintahkanlah anak untuk belajar sholat pada usia 10 tahun, 7 tahun dan sampai 10 tahun juga belum mau sholat itu diberikan hukuman hukuman kecil terhadap anak itu,” jelasnya.

“Artinya apa, bahwa konsentrasi pembinaan anak apakah itu gizinya, apakah itu pendidikan psikologisnya, apakah itu nanti sentuhan-sentuhan dari kedua orang tuanya itu sangat penting,” tambahnya.

Adapun menurutnya kebijakan makan bergizi untuk anak ini dapat menjadi solusi bagi anak terlantar dan anak yatim yang kemungkinan kurang mendapatkan akses untuk makanan bergizi.

“Sekali lagi dalam Al-Quran perlu memberikan perhatian secara khusus kepada anak yatim. A raaitalladzii yukadzdzibu biddiin fadzaalikalladzii yadu'ul yatiim,” ujarnya.***

Tags

Terkini