Minggu, 19 Juli 2026

Dukung Makan Bergizi Gratis, Imam Besar Masjid Istiqlal: Program Islami dan Religius

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Minggu, 13 Oktober 2024 | 14:01 WIB
Ilustrasi - Imam Masjid Ustiqlal dukung program makan bergizi gratis (Freepik/freepik)
Ilustrasi - Imam Masjid Ustiqlal dukung program makan bergizi gratis (Freepik/freepik)

JAKARTA, PORTALOKA.ID — Program makan bergizi gratis yang menjadi program andalan presiden terpilih, Prabowo Subianto mendapat dukungan berbagai pihak. 

Salah satunya datang dari Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.

Nasaruddin Umar yang juga Rektor Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Quran Jakarta menyatakan dukungannya terhadap program makan bergizi gratis bagi siswa-siswi sekolah.

Ia optimistis kebijakan ini dapat membantu banyak rakyat Indonesia, bukan hanya para siswa tetapi juga para orang tua.

Baca Juga: Begini Cara Prabowo Sambut Kedatangan Majelis Syuro PKS di Kertanegara: Kawan Lama Ketemu Lagi

“Orang tua nanti akan dibantu dengan program seperti ini. Kita sangat berharap bahwa kualitas anak-anak didik kita setelah menjalani fase pemberian gizi itu pasti kita akan panen manusia-manusia yang berkualitas, cerdas,” jelasnya.

Ia merinci bahwa pertumbuhan sendiri dapat dibagi menjadi beberapa tahapan penting, pertama yaitu oral stage di umur antara 0-1 tahun, anal stage antara 2-3 tahun, phallic stage antara 3-5 tahun, latency stage antara 5 tahun sampai pubertas, dan genital stage yaitu masa puber hingga dewasa.

“Bagaimana kita bisa berharap generasi cerdas kalau gizi pada masa pertumbuhan, phallic stage, minus dari yang diperlukan,” ujarnya.

Nasaruddin pun yakin kebijakan makan bergizi gratis untuk siswa ini akan membuat SDM rakyat Indonesia semakin cerdas.

Baca Juga: Viral Susu Ikan Jadi Alternatif Susu Sapi dalam Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

“Dengan program ini InsyaAllah kita sangat berhitung ke depan pasti kualitas Indonesia ya warga negaranya akan semakin cerdas, selamat kepada Pak Prabowo membuat suatu program yang sangat Islami sangat religius,” jelasnya.

Sebagai catatan, salah satu hadist pemberian makan bergizi kepada orang yang kelaparan ada dalam HR. Al-Hakim.

"Barangsiapa yang kenyang sedangkan tetangganya kelaparan, maka dia bukanlah dari golonganku." (HR. Al-Hakim)

Pada jaman Rasulullah SAW juga terdapat kisah “Suffah” yang dimaknai sebagai suatu tempat di masjid Nabawi yang dihuni oleh para kaum muhajirin yakni yang belum memiliki pekerjaan dan kehidupan yang layak di Madinah.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X