"Setelah kawan yang lainnya itu punya ngasih dua rokok, baru marah sama yang dimintai pertama (korban) yaitu dengan menendang, memukul sehingga tidak sadarkan diri," tambahnya.
2. Korban Meninggal Dunia
Oleh pihak pesantren, korban lantas dibawa ke klinik terdekat lalu dirujuk ke RSUD dr. Moewardi Solo.
Namun rupanya saat dibawa ke klinik tersebut, Abdul Karim sudah tiada.
Kepastian meninggalnya santri asal Pucangsawit, Jebres, Kota Surakarta itu baru dikonfirmasi oleh pihak RSUD dr. Moewardi.
3. Orangtua Korban Bawa Kasus ke Ranah Hukum
Orangtua korban, Tri Wibowo dan Yuli Sri Utami menerima kabar meninggalnya sang putra pada Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat itu juga mereka segera menuju ke pondok pesantren.
Setibanya di pondok pesantren, Tri Wibowo dan istri langsung diarahkan menuju klinik terdekat.
Setibanya di klinik tersebut, betapa hancurnya hati Tri Wibowo dan istri saat mengetahui putranya telah tiada.
Pihak keluarga lalu memutuskan untuk mengoutopsi jenazah Abdul Karim.
"Pihak keluarga memutuskan untuk outopsi biar semuanya jelas," ujar Tri Wibowo saat ditemui di rumah duka.