"Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2024, Gelar Gladi Bersih Upacara Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia di Lapangan IKN, Rabu, (14/8).
Selain unsur pimpinan BPIP, Gladi Bersih pertama ini juga disaksikan Presiden RI Joko Widodo," tulis BPIP melalui Instagram @bpipri, Rabu, 14 Agustus 2024.
Unggahan itu pun ramai dikomentarai warganet.
Salah satunya datang dari pendongeng ternama, Rona Mentari.
"MASIH ADA WAKTU UNTUK BERCERMIN DAN MEMPERBAIKI DIRI. KAMI INGIN MELIHAT PASKIBRA YANG BERJILBAB TETAP MEMAKAI JILBABNYA," komentar Rona Mentari.
Warganet lain pun setuju dengan Rona Mentari dan ingin melihat Paskibraka yang berjilbab tetap memakai jilbab saat Upacara Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-79 RI pada 17 Agustus 2024 nanti.
"Sepakat...kami akan pantau sd hari H...bila aturan bosok itu tetap diberlakukan maka jelas bpip adalah badan pencetus islamo phobia," ujar warganet lain.
BPIP Angkat Bicara
Setelah isu soal Paskibraka putri dilarang memakai jilbab ramai menjadi bahan perbincangan, Ketua BPIP Yudian Wahyudi akhirnya angkat bicara.
Yudian Wahyudi mengatakan BPIP tidak melakukan pemaksaan untuk melepas jilbab.
Hal itu dikatakan Yudian Wahyudi dalam konferensi pers yang digelar di Ibu Kota Nusantara, Rabu, 14 Agustus 2024.
"Sehubungan berkembangnya wacana di publik terkait tuduhan kepada BPIP melakukan pemaksaan lepas jilbab, BPIP memahami aspirasi masyarakat," kata Yudian.
"BPIP menegaskan bahwa tidak melakukan pemaksaan lepas jilbab," tegasnya.
Yudian mengatakan, penampilan Paskibraka yang tidak mengenakan jilbab pada saat pengukuhan merupakan kesukarelaan masing-masing.