Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat Dukungan Pesantren di Hari Santri Nasional 2026
Penyebab dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium.
“Kalau untuk dugaan dari mana, kita masih menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.
Biaya penanganan medis para korban akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sementara pendataan jumlah korban masih berlangsung.
Dugaan keracunan tersebut menimpa siswa SD Taman Kalijaga, SD Kalijaga Permai, dan TK Teratai, dengan gejala yang dilaporkan berupa mual, muntah, dan diare.
Hingga Kamis, 22 Oktober 2026, angka 331 orang terdampak dan 199 pasien rawat inap perlu dicocokkan dengan pembaruan resmi pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan.***