berita

Lika-liku Purbaya di Kursi Menteri Keuangan, dari Kritikan Ceplas-ceplos hingga Polemik Setoran Rp120 Triliun

Selasa, 15 September 2026 | 13:36 WIB
Lika liku Purbaya sebagai Menkeu (YouTube / KemenkeuRI)

Dalam kasus lain, Purbaya pernah membuat gebrakan dengan menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himbara.

Langkah tersebut ditujukan untuk menambah likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif.

"Bukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif," kata Purbaya pada Acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta pada 28 Oktober 2025 lalu.

Kebijakan itu sempat menuai sorotan karena menyangkut dana pemerintah dalam jumlah besar.

Purbaya bahkan meminta bank penerima dana tersebut tidak menyalurkannya kepada konglomerasi.

"Sebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan," jelasnya.

Baca Juga: Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan yang Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Polemik Setoran Rp120 Triliun

Menjelang akhir masa jabatannya, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyatakan Danantara akan menyetorkan Rp120 triliun kepada pemerintah.

"Ah dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu," kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, pada 3 September 2026.

Pernyataan tersebut kemudian berujung polemik karena pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.

Hingga saat ini, polemik itu menjadi salah satu isu yang muncul menjelang pergantian Purbaya sebagai Menkeu.***

Halaman:

Tags

Terkini