Baca Juga: Ikuti Solo Run Fest 2026, Beli Tiketnya via BRImo Aja, Dapatkan Diskon 20 Persen
Transformasi Menjadi Perusahaan Data Center
Masuknya investasi Boy berlangsung ketika MGLV menyelesaikan sejumlah aksi korporasi untuk mengubah fokus bisnisnya.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham pada 7 September 2026, pemegang saham menyetujui perubahan kegiatan usaha, transaksi material dan transaksi afiliasi, penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu, serta rangkaian transaksi untuk mendukung bisnis data center.
MGLV kemudian mengambil alih 99,90 persen saham PT Nextier Askara Center atau NAC dan 99,90 persen saham PT Nextier GenAI Center atau NGC dari pemegang saham pengendalinya, PT Nextier Datamate Center.
Transaksi pembelian saham NAC dan NGC memiliki nilai Rp1,998 miliar. MGLV juga mengambil alih piutang Nextier Datamate Center kepada kedua perusahaan tersebut senilai Rp668,61 miliar sehingga total transaksi mencapai Rp670,61 miliar.
Baca Juga: Lepas Kontingen Asian Games 2026, Prabowo Berpesan para Atlet Berikan Performa Terbaik
NAC telah mengoperasikan data center berkapasitas 6 megawatt dan mulai membukukan pendapatan sejak Mei 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, pendapatan NAC mencapai Rp11,84 miliar pada Mei dan meningkat menjadi Rp36,33 miliar pada Juni 2026.
MGLV berencana menambah kapasitas pusat data melalui NAC dan NGC untuk melayani kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, serta pemrosesan data. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung cloud computing, AI, dan berbagai kebutuhan digital berkapasitas tinggi.
Melepas 13 Anak Perusahaan Lama
Transformasi tersebut juga ditandai dengan pelepasan bisnis lama. Pada 8 September 2026, MGLV menjual seluruh sahamnya pada 13 anak perusahaan kepada PT Trijaya Wisesa Makmur.
Nilai penjualan 13 anak perusahaan itu mencapai Rp121,47 miliar. Perseroan juga mengalihkan aset dan kewajiban tertentu kepada perusahaan yang sama dengan nilai transaksi Rp1,91 miliar.
Setelah transaksi diselesaikan, MGLV tidak lagi menjadi pemegang saham pada 13 perusahaan tersebut. Perseroan selanjutnya memusatkan sumber daya dan investasinya pada pengembangan infrastruktur digital dan data center.
Perubahan arah bisnis berlangsung ketika kinerja bisnis lama mengalami tekanan. Pada semester pertama 2026, MGLV mencatatkan pendapatan Rp26,14 miliar dan rugi bersih Rp14,10 miliar.