Hingga Rabu, 9 September 2026 petang, setidaknya ada 273 siswa dan 43 guru yang mengalami gejala diduga keracunan dari dua sekolah tersebut.
Dari MTs Negeri 3 Pati, ada 127 siswa dan 30 guru, sedangkan dari SMP Negeri 1 Gembong, 103 siswa dan 13 guru mengalami gejala serupa.
Baca Juga: BRI Multiguna Pre-Approved Solusi Kebutuhan Dana Anda, Mudah dan Cepat, Simak Cara Pengajuannya
Dugaan MBG Terlambat Didistribusikan
Menurut keterangan dari Kepala MTs Negeri 3 Pati, Zaenal Arifin, MBG pada hari Selasa tersebut tiba di sekolah lebih siang dari biasanya.
Biasanya, MBG tiba pukul 11.20 WIB, tapi saat itu baru datang dan dibagikan pada pukul 12.00 WIB.
Sama halnya dengan yang terjadi di SMP Negeri 1 Gembong, biasanya tiba pukul 09.30 WIB, tapi pada hari itu tiba sekitar pukul 11.30 WIB.
Penelitian Sampel Makanan dan Penutupan Sementara SPPG Gembong 1
Untuk mengetahui penyebab keracunan yang terjadi, sampel makanan dan muntahan para korban diperiksa ke laboratorium milik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
“Ini masih dugaan keracunan MBG makanan yang kemarin. Tim kami masih melakukan penyelidikan epidemiologis, jadi kami belum bisa memastikan penyebab pastinya seperti apa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luki Pratugas Narimo kepada awak media pada Rabu, 9 September 2026.
“Sekarang yang terpenting dilakukan adalah melakukan evaluasi para korban dengan gejala keracunan dan perawatan agar cepat membaik,” imbuhnya.
Adapun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 yang mendistribusikan makanan, untuk sementara operasionalnya telah ditutup.***