Pencarian tersebut, kata Rizky akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi.
“Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter,” terangnya.
Kronologi Hilangnya Kapal Speedboat yang Membawa Jurnalis
Sebelumnya, diberitakan speedboat Arupadhatu 1 yang membawa 8 orang hilang kontak pada Senin, 7 September 2026 sore.
Baca Juga: PSGC Ciamis Masuk Liga 2 Musim 2026/2027 dengan Wajah Baru, Galuh Jadi Identitas Utama
Lima dari delapan orang di dalam kapal tersebut adalah jurnalis yang akan melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, yakni M Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara Biro Banten, Ari Basuki jurnalis Merdeka, Yudhis jurnalis Inews, Daus jurnalis Anadolu, dan Donal jurnalis freelance.
Kemudian 3 orang lainnya adalah awak kapal, yaitu Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai BK, dan Heriyanto yang bertindak sebagai guide atau pemandu.
Pencarian kepada kapal cepat tersebut dilakukan mulai Selasa, 8 September 2026.
“Selasa, 8 September 2026 Kantor SAR Banten menerima laporan satu unit speedboat hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten,” tulis keterangan Kantos SAR Banten pada Rabu, 9 September 2026.
“Sebelumnya (kapal) bertolak dari wilayah Carita menuju Gunung Anak Krakatau,” imbuhnya.
Pencarian hari pertama belum menemukan petunjuk keberadaan speedboat tersebut dan hingga kini penyisiran masih terus dilakukan.***