Situasi Genting saat Diare Massal
Secara terpisah, Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik menjelaskan sekitar pukul 09.00 WIB para murid dan guru mengalami mual dan diare.
Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, 136 Siswa SMP di Makale Tana Toraja Dilarikan ke Rumah Sakit
"Akhirnya saya menyuruh agar tiap kelas didata yang mengalami diare itu. Setelah didata ada 20-31 orang dalam satu kelas," ungkap Juhartutik dalam keterangannya, pada Kamis, 3 September 2026.
"Sampai 33 kelas itu total 725 anak yang diare dan guru ada 25 orang. Kalau total jumlah murid itu ada 1.174, guru 95 orang," sambungnya.
Karena banyaknya yang menderita diare, Juhartutik mengungkapkan WC sekolah tidak mampu menampung.
"Setelah itu saya kemudian laporan ke Puskesmas Lasem untuk penanganan darurat dan konsultasi ke Cabdin (Cabang Dinas), akhirnya murid kami pulangkan," jelas Juhartutik.
Baca Juga: Beredar Isu Pengadaan LED BGN Senilai Rp535 M, Lebih Mahal Ketimbang Pesawat Pemadam Karhutla?
Apa Saja Menu yang Bermasalah?
Dalam kasus tersebut, diare massal yang melanda warga SMAN 1 Lasem diduga gegara menu-menu MBG yang dikonsumsi pada hari sebelumnya, Rabu, 2 September 2026.
Kepala SMAN 1 Lasem menyebut, menu MBG saat itu yakni ayam bakar, nasi putih, mendoan, dan buah semangka.
"Sepertinya (gegara) MBG kemarin. Jadi gini ada tim yang mencicipi kan, ada satu itu menemukan yang berlendir, ada satu itu baik," terang Juhartutik.
"Dan yang berlendir ini sudah disisihkan. Itu kan menunya ayam bakar," imbuhnya.
Setelah kasus tersebut, pihak sekolah juga sempat berkoordinasi dengan SPPG Soditan Lasem.