Baca Juga: Miliki Aset Impian dengan Mudah Lewat BRI Info Lelang, Simak Tata Caranya
Kerusakan Akibat Gempa Masih Proses Pendataan
Adapun mengenai kerusakan yang diakibatkan oleh gempa masih dalam proses pendataan.
BNPB menyebut ada sejumlah ruas jalan yang tertutup longsor. Namun, kerusakan jalan saat ini masih pendataan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Ini adalah hari pertama terjadinya bencana, datanya akan berkembang terus dan nanti akan diberikan informasi kepada rekan-rekan media secara day-to-day, hari per hari,” lanjut Suharyanto.
Sementara, BNPB mencatat ada 54 unit rumah rusak berat, 9 rumah rusak sedang, dan 11 unit rumah rusak ringan.
BNPB mencatat ada 5 fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan yang rusak, 3 fasilitas ibadah serta 6 kantor pemerintahan ikut terdampak.
Baca Juga: Kepala BKN Ungkap Fakta soal 2 Ribuan Pegawai Mundur dari ASN pada 2026
Sempat Muncul Peringatan Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat merilis peringatan potensi terjadinya Tsunami usai gempa terjadi.
Peringatan tersebut pun telah diakhiri oleh BMKG sejak pukul 07.30 WIB dan melaporkan terjadi gelombang tsunami di bawah 1 meter di sejumlah wilayah.
“Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG melalui akun media sosial X-nya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
BMKG melaporkan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur atau sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.***