CIAMIS, PORTALOKA.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus membawa dampak nyata bagi masyarakat.
Selain penerima manfaat, keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga diharapkan berdampak positif terhadap masyarakat di sekitar dapur.
Di antaranya dengan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di sekitar dapur MBG.
Harapan tersebut salah satunya diutarakan oleh Tatang, pengrajin tempe asal Dusun Desa, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Tatang yang sudah menggeluti usaha pembuatan tempe sejak 26 tahun lalu itu sangat berharap tempe buatannya bisa diserap oleh dapur MBG.
"Saat ini memang tempe produksi saya sudah diserap dua dapur MBG, tapi dari luar Baregbeg. Harapan saya sih bisa masuk juga ke dapur yang ada di Baregbeg," kata Tatang saat ditemui Portaloka.id, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Dia mengungkapkan hingga saat ini belum ada pihak SPPG di Kecamatan Baregbeg yang membeli tempe buatannya.
Tatang berharap, SPPG di wilayahnya dapat memberdayakan pengrajin tempe lokal seperti dirinya.
Baca Juga: SDN 2 Imbanagara Raya Ciamis Dukung Pengenalan Robotik pada Jenjang Sekolah Dasar
Dengan jumlah produksi yang mencapai 1,2 kuintal per hari, dirinya mengaku sanggup untuk memenuhi permintaan dapur MBG.
Di samping itu, Tatang juga berharap tempe produksinya juga bisa diserap oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Kalau KDMP sudah berjalan, saya juga berharap tempe saya ini bisa ditampung di Kopdes," harapnya.