Saat ini, Tatang mempekerjakan tiga orang karyawan untuk memproduksi tempe.
Baca Juga: Hotel Singacala Ciamis, Langkah Baru Pemkab Mengubah Aset Jadi Sumber PAD
Untuk penjualan, ia memanfaatkan jaringan pedagang yang sudah lama terjali. Di samping itu, Tatang juga menjual sendiri tempe produksinya dengan berkeliling kampung.
Tokoh Masyarakat Dorong Pemberdayaan UMKM Lokal
Sementara itu, tokoh masyarakat Baregbeg, Ade Iwan berharap SPPG dapat memberdayaakan UMKM setempat.
"Sebelum mengambil dari luar, sabaiknya SPPG membeli bahan baku dari UMKM lokal. Ini juga agar masyarakat merasakan manfaat langsung dari keberadaan dapur MBG," ujarnya.
Baca Juga: 707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG, Dinkes Masih Usut Penyebabnya
Menurut Ade, di Kecamatan Baregbeg juga masih banyak pengusaha UMKM yang bisa mencukupi kebutuhan bahan baku untuk program MBG.
"SPPG kan bisa bekerjasama juga dengan BUMDes. Misalnya beli air galon dari BUMDes, termasuk komoditas lain yang memang tersedia. Kecuali kalau di Baregbeg tidak ada nggak apa-apa beli dari luar daerah," tegasnya.***
Artikel Terkait
Sosok Gus Haris, Tangan Kanan Bupati Pemalang yang Diduga Jadi Penghubung Makelar Kasus Ayah Staf KPK
Pemkab Ciamis Luncurkan Aplikasi Aset Penjaga Pangan, Bukan Sekedar Digitalisasi Tapi Lindungi Aset Strategis
Beredar Video Diduga Pelatihan Calon Pegawai BPJS Jalan di Atas Api, Picu Sorotan Warganet
SDN 2 Imbanagara Raya Ciamis Dukung Pengenalan Robotik pada Jenjang Sekolah Dasar
1.919 ASN Kemenag Ciamis Ikuti Dzikir Kebangsaan, Perkuat Spiritualitas dan Cinta Tanah Air
707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG, Dinkes Masih Usut Penyebabnya
Sajian 9.222 Porsi Sop Ayam Klaten Pecahkan Rekor Nasional dan Dunia, Kado Spesial di Hari Jadi ke-222
Kang Andhy Siap Bersaing di Bursa Calon Ketua PWI Jabar, Program Peningkatan Kapasitas Wartawan jadi Andalan
Menteri Keuangan Setujui Relaksasi Belanja Pegawai di Atas 30 Persen, DPR Minta Prioritaskan Gaji PPPK Penuh dan Paruh Waktu
2.400 PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat jadi Penuh Waktu? Begini Kata Badan Kepegawaian