PORTALOKA.ID - Sebagian publik di media sosial, sempat dihebohkan dengan peristiwa tak terduga yang melibatkan seorang Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Blora, Jawa Tengah, bernama M Abdul Toha.
Dalam kasus ini, Toha diduga memilih mengundurkan diri atau resign dari pekerjaannya.
Usut punya usut, alasan pengunduran Kepala SPPG Blora lantaran merasa lokasi penugasannya terlalu jauh dari kampung halamannya di Jambi.
Selain itu, beredar pula kabar orang tuanya yang sedang sakit menjadi alasan Toha memilih resign dari jabatannya sebagai Kepala SPPG di Blora.
Baca Juga: Kepala SPPG Dapur Sehat Baregbeg Ciamis Jadi Sorotan, Diduga Jarang Masuk Kerja
Kendati demikian, pengunduran diri Toha ternyata berdampak pada operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya menjadi tanggung jawabnya di Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora.
Dapur MBG itu diketahui kini berhenti sementara setelah Toha mengundurkan diri secara mendadak, dan sempat pamit namun tak kembali.
Lantas, bagaimana sebenarnya peristiwa tak terduga yang melibatkan Kepala SPPG di Blora ini bermula? Begini awal mulanya.
Pamit Salat, Lalu Mendadak Resign
Belakangan, Toha dikabarkan sempat berpamitan untuk menunaikan salat ke rekan kerjanya di SPPG Kunduran, Blora, pada Senin, 13 Juli 2026.
Hal itu diungkap dalam kesempatan berbeda, oleh PIC Yayasan Catur Pilar, Mei.
Mei menuturkan, hilangnya Toha pertama kali diketahui dari laporan rekan kerjanya yang berada di lokasi saat kejadian.
"Hal itu diketahui dari Sobri selaku Aslap (Asisten Lapangan) yang mana pada siang hari kepala SPPG M. Abdul Toha, ijin untuk sholat dengan berjalan kaki," kata Mei dikutip dalam keterangannya, pada Selasa, 21 Juli 2026.