DPR lantas menilai anggaran yang beredar tidak sejalan dengan harga kipas angin di pasaran.
Terlebih, Mufti menilai hal itu berdasarkan penelusurannya di sejumlah platform perdagangan elektronik, kipas angin berdiri dari merek ternama dijual sekitar Rp300 ribu hingga Rp338 ribu per unit.
"Artinya, kalau pemerintah beli dalam jumlah ribuan, bahkan 1,8 juta," sebut Mufti
"Pastinya jauh lebih murah dari Rp300 ribu yang kita temukan di e-commerce," sambungnya.
Ada Dugaan Merek Senilai Belasan Juta
Terkait isu pengadaan itu, Ferry kemudian mencontohkan apabila kipas angin yang dimaksud merupakan tipe tertentu, seperti Imatsu MDF.
Menkop menilai, harganya memang bisa mencapai belasan juta rupiah per unit.
"Rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di e-commerce ini Rp11.464.000," beber Ferry.
Kendati demikian, Ferry tidak menjelaskan lebih lanjut terkait merek kipas angin dalam isu pengadaan Kopdes Merah Putih tersebut.
"Itu saya enggak tahu persis," imbuhnya.
Berkaca dari hal itu, ramainya sorotan publik atas isu tersebut menjadikan sistem keterbukaan informasi Kopdes Merah Putih kian dipertanyakan.
Fungsi Simkopdes Dipertanyakan
Dalam kesempatan yang sama, Mufti juga meminta pemerintah membuka informasi pengadaan barang untuk Kopdes Merah Putih melalui dashboard yang dapat diakses publik.