berita

Bagikan Pengalaman kepada Taruna Akmil, Qodari: Teddy Paham Rute dan Syarat jadi Pemimpin

Rabu, 15 Juli 2026 | 11:24 WIB
Seskab Teddy saat menyampaikan pembekalan kepada 1.600 taruna Akmil di Magelang. (Sekretariat Kabinet)

PORTALOKA.ID - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyebut Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya adalah sosok panutan bagi para taruna.

Hal tersebut disampaikan usai Seskab Teddy memberi pembekalan kepada sekitar 1.600 taruna Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026.

Menurut Qodari, ketegasan Teddy untuk melakukan yang terbaik sebagai prajurit merupakan sikap yang harus dicontoh.

Dalam pembekalan selama 3 jam tersebut, Teddy hadir bersama 8 rekan untuk membagikan pengalaman dan wawasannya kepada para taruna.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Nelayan, Pemerintah Turunkan Harga BBM Kapal 30–200 GT jadi Rp15.000 per Liter

“Dulu pernah di sini, 15 tahun lalu, 2011. Saya ada di sini seperti kamu dan 15 tahun kemudian, saya berdiri di sini mendapat kehormatan untuk bicara di depan adik-adik semua. Nah, suatu saat adik-adik menggantikan kami di posisi kami yang sekarang,” ucap Teddy.

Ingatkan para Taruna untuk Terus Berkembang

Lebih lanjut, Teddy memberi motivasi agar di masa depan, para taruna bisa memiliki pencapaian lebih dari dirinya saat ini.

“Saya sekarang ini dulu seperti kamu. Jadi kamu, suatu saat pasti bisa lebih dari saya, lebih dari senior-senior kamu yang lain,” imbuhnya.

Teddy kemudian melanjutkan dengan mengutip quotes dari Presiden Prabowo Subianto, yakni “Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat.”

“Jadilah perwira yang enggak gitu-gitu aja. Kalau kamu di sini masih biasa-biasa aja, belum tentu nanti tetap biasa-biasa aja. Kalau punya keyakinan, Insya Allah pasti bisa,” tambahnya.

Baca Juga: Kabar Baik bagi Guru dan Dosen, Kemenkeu Setujui Tambahan Anggaran Kemenag untuk TPG, Ini Rincian Alokasinya

Penguasaan keahlian lain di luar militer, kata Teddy juga harus diperhatikan untuk membangun fondasi karier, seperti melanjutkan pendidikan, mumpuni di bidang AI, IT, menambah kemampuan bahasa, hingga relasi.

“Pilih salah satu, minimal kamu ada. Relasi itu penting, tapi kalau mengandalkan relasi tanpa ada kekuatan dan kemampuan, itu sama saja nol. Enggak akan jadi juga,” imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini