PORTALOKA.ID - Keluarga ADR (14) dan almarhum SAH (14), santri yang menjadi korban pembakaran di Lombok Tengah batal ke Jakarta untuk memenuhi undangan podcast Denny Sumargo.
Batalnya keberangkatan tersebut karena rombongan yang dijadwalkan terbang pada Rabu, 8 Juli 2026 dicegat oleh pihak kepolisian saat berada di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa keduanya dibawa kembali ke RS Bhayangkara untuk meneruskan perawatan medis.
“Kedua korban dan orang tuanya dibawa oleh Polda NTB ke RS Bhayangkara dengan alasan untuk dirawat, tapi di sana korban hanya disuruh duduk dan tidur tanpa perawatan apa pun,” tulis keterangan pada unggahan akun Instagram @kahar_uddinabbas pada Rabu, 8 Juli 2026.
Undangan Podcast karena Kasus Dianggap Tak Menemukan Jalan
Melalui unggahannya, Denny Sumargo mengaku bahwa timnya mendapat kabar bahwa rombongan tidak bisa berangkat ke Jakarta.
“Kasus ini, menurut keluarga korban sudah dilaporkan sudah sekitar 7 sampai 8 bulan lalu tapi tidak ada titik terangnya,” ucap artis yang kerap disapa Densu ini dalam video terbaru yang diunggah pada Rabu, 8 Juli 2026.
Oleh karena itu, karena ramai menjadi perbincangan warganet, tim podcastnya mengundang untuk berbincang di kanal YouTube miliknya.
“Kami memutuskan untuk membelikan tiket dan menyiapkan akomodasi agar keluarga bisa datang ke Jakarta, tepatnya hari ini. Namun, gue mendapat kabar bahwa mereka tidak boleh berangkat,” lanjutnya.
“Kenapa mereka tidak boleh berangkat? Apa yang sebenarnya terjadi?” sambungnya.
Baca Juga: Sebut Jemaah Haji Lansia Merepotkan, Ketua KBIHU Jabar Disemprot DPR: Cabut Istilah Itu!
Singgung soal Keterbukaan
Masih dari video yang sama, Denny melanjutkan bahwa publik bersimpati pada korban yang dianggap belum bisa menyuarakan perihal kasus tersebut.