Salah satunya, untuk pembiayaan pengobatan orang tua yang sempat mengalami kecelakaan.
"Orang tua saya sempat mengalami kecelakaan dan membutuhkan biaya perawatan serta pemulihannya yang tidak sedikit," terangnya.
Atas perbuatannya, YIP menyadari beberapa kondisi mendesak itu bukan menjadi alasan pembenaran dirinya menggelapkan dana orang lain.
Di sisi lain, mahasiswi Unair itu juga tidak membantah sempat menolak dituduh melakukan tindakan tersebut.
Sempat Berdalih Salah Transfer
Diketahui, YIP pada awalnya sempat membuat alibi dana yang digunakan olehnya akibat kesalahan transfer.
Baca Juga: Pria Diduga Intel Masuk Kampus UMY, Diamankan Mahasiswa Usai Aksi di Titik Nol Km Yogyakarta
Kini, mahasiswi Unair itu mengakui penggunaan uang sebesar Rp103 juta tersebut dilakukan secara sadar.
YIP menyadari, dalih itu mendorong dirinya tidak bisa menjaga amanah dengan baik saat peristiwa terjadi.
"Saya mengakui bahwa, saya telah melakukan tindakan penyalahgunaan amanah dengan menggunakan dana organisasi untuk kepentingan pribadi yang dilakukan secara sadar. Hal ini tidak dapat dibenarkan," jelasnya.
Siap Terima Konsekuensi dari Kampus
YIP lantas menegaskan, dirinya siap menerima seluruh konsekuensi atas kesalahan tersebut.
Terlebih, kasus dugaan penggelapan dana ini dinilai telah mencoreng citra positif dan nama kampus Unair.