berita

Pengakuan Mahasiswi UNAIR yang Diduga Curi Iuran KIP-K Senilai Rp103 Juta, Dipakai Bayar Pinjol hingga Pengobatan Ortu

Jumat, 19 Juni 2026 | 10:23 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait dugaan skandal korupsi yang melibatkan mahasiswa Unair dalam pengurusan dana iuran KIP-K. (Instagram.com/@unairjournal)

PORTALOKA.ID - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti pengakuan seorang mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) berinisial YIP, terkait dugaan korupsi yang menjeratnya.

Sebelumnya, YIP menjadi sosok yang diburu pihak kampus Unair, lantaran muncul dugaan penggelapan dana iuran mahasiswa penerima bantuan pendidikan, Kartu Indonesia Pintar Kiah (KIP-K).

Mahasiswi Unair itu dituding melakukan dugaan korupsi semasa dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) dalam organisasi Airlangga University Bidik Misi Organization (AUBMO).

Tak tanggung-tanggung, kerugian dalam kasus tersebut kini ditaksir mencapai Rp103 juta.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Korupsi KIP-K yang Libatkan Mahasiswi Unair, Duit Rp97 Juta Diselip saat SPJ Akhir Semester

Setelah viralnya kasus tersebut, YIP kini telah menyampaikan permintaan maafnya di hadapan publik.

Dalam pernyataannya, mahasiswi Unair itu mengaku telah memakai uang ratusan juta dari para mahasiswa penerima KIP-K dan Bidik Misi untuk kepentingan pribadi.

"Dana tersebut secara umum habis (dipakai)," ungkap YIP dalam unggahan Instagram @unairjournal, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Ngaku Dipakai untuk Lunasi Pinjol

YIP menuturkan, mulanya ia memakai iuran KIP-K tersebut untuk melunasi utang pinjaman online (pinjol) yang sempat melilit ekonomi pribadinya.

Baca Juga: Ketentuan Penalti Rp100 Juta Seleksi Pegawai KDKMP dan KNMP Dicabut, Peserta Mundur Bisa Konfirmasi Ulang

"Saya menggunakannya untuk beberapa posisi mendesak pribadi, di antaranya untuk melunasi pinjaman online," bebernya.

Mahasiswi Unair Angkatan 2023 itu juga mengaku telah memakai sebagian dana lainnya untuk biaya hidup.

Ortunya Sempat Alami Kecelakaan

Dalam pengakuannya, YIP mengaku telah memakai uang tersebut untuk kebutuhan mendesak lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini