PORTALOKA.ID - Usai dilantik beberapa waktu lalu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang langsung mengeluarkan kebijakan baru terkait penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah.
Dalam unggahan Instagram @nowdots, pada Jumat, 12 Juni 2026, Kepala BGN pengganti Dadan Hindayana itu dilaporkan akan menghentikan distribusi MBG ke sejumlah sekolah elite.
"Penyaluran MBG akan disetop ke sekolah-sekolah yang berasal dari kalangan mampu," tulis postingan
"(Sekolah elite) dianggap memiliki akses gizi yang lebih baik sehingga anggarannya bisa dialihkan ke wilayah atau kelompok yang lebih membutuhkan," sambungnya.
Baca Juga: Kantor BGN ‘Disegel’ Masyarakat, Massa Desak Evaluasi Pelaksanaan MBG
Hal tersebut, sontak menyita perhatian sebagian kalangan yang menilai adanya ketimpangan distribusi di lapangan.
Terlebih, rencana tersebut disuarakan Nanik di tengah kasus keracunan MBG yang masih membayangi sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Sebelumnya, Kepala BGN telah mengonfirmasi pihaknya akan menyetop penyaluran MBG ke siswa yang bersekolah di kalangan orang kaya.
Refocusing Jadi Alasan
Secara terpisah, Nanik menuturkan skema tersebut merupakan bagian dari rencana refocusing penerima manfaat hingga anggaran program MBG.
"Maksudnya yang mampu, yang 'kaya' nanti tidak dapat lagi," ujar Nanik singkat di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Dalam kesempatan berbeda, Nanik sempat menjelaskan BGN akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program MBG.
Menurut Nanik, ada kemungkinan sekolah yang sudah kaya tidak memerlukan program MBG.