Polisi menyebut kemungkinan masih ada korban lain yang akan terus bertambah karena membuka posko pengaduan terkait kasus tersebut.
Sikap kedua pelaku juga sempat disinggung oleh Alfian dalam pertemuan tersebut saat menanggapi peringatan dari salah satu korban.
Baca Juga: Kasus Hanania Travel: Penipuan Umrah Rp12 Miliar, Gagal Berangkatkan Ratusan Jemaah Sesuai Jadwal
“Itu pintar playing victim, Pak,” ucap salah satu korban dalam video tersebut.
“Ya itulah, Polisi aja mau nanya, dia malah balik-balik ini mau ini. Ya sudah, saya sampaikan untuk ‘Ayo sekalian kita konfirmasi saja,” ucap Alfian.
Suasana Memanas saat Pertemuan Korban dan Tersangka
Video tersebut juga menunjukkan momen ketegangan antara para korban yang menuntut tanggung jawab pada tersangka.
Sementara di sisi lain, pihak tersangka berjanji akan mampu mengembalikan dana asal diberi waktu.
“POV-nya adalah kita korban, jangan sampai mbaknya (tersangka -red) mikir ‘Oh kita mau bertahan hidup, mau ke psikiater dan sebagainya’. Itu urusan mbak, nggak usah diceritain ke kita,” ucap salah satu korban.
“Kita menuntut tanggung jawab, intinya itu,” lanjutnya.
Kemudian pihak WO Marwah, ER, mengungkapkan bahwa dirinya hanya ingin menjelaskan situasi yang sedang dihadapi.
“Dengan menjelaskan situasi kita karena benar-benar memang…,” ucap ER terputus karena mendapat sorakan dari para korban.
“Kalau saya ini enggak dihukum bahasanya, saya bisa usahain penyelesaian dalam waktu 6 bulan. Kalau Marwah bangkrut, saya bisa bangun yang lain,” ucap ER.