berita

Data Nasabah BCA Diduga Bocor di Dark Web, Picu Risiko Penipuan Digital bagi Pengguna Mobile Banking

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26 WIB
Data nasabah di Mobile Banking BCA diduga bocor dan dijual di dark web (X @DailyDarkWeb)

"Indonesia sendiri kini menjadi target bagi para pelaku kejahatan siber," ungkap postingan yang sama.

"Tingginya penggunaan mobile banking, fintech, dan pembayaran digital membuat negara ini rawan terhadap serangan siber," imbuhnya.

Setelah viralnya kasus tersebut, pihak manajemen BCA kini angkat bicara ihwal kasus dugaan kebocoran data akun nasabah dalam mobile bankingnya.

Baca Juga: Di Balik Kasus KPR Bodong di BTN Karawang, Ada Dugaan HRD Perusahaan Debitur yang Bikin Identitas Pekerja Palsu

Respons BCA

Dalam rilis yang diterima, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, perusahaan telah melakukan penelusuran menyeluruh terhadap klaim kebocoran tersebut.

BCA menyebut, tidak ada data nasabah yang bocor dari sistem perseroan.

“Kami telah melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan tidak ada kebocoran data dari sistem BCA," ujar Hera dalam keterangannya, pada Jumat, 22 Mei 2026.

Oleh sebab itu, Hera meminta nasabah tidak panik terhadap informasi yang belum terverifikasi.

"Dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kami memastikan bahwa data nasabah tetap aman," tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini