berita

BGN Buka Suara Soal Kematian Balita di Cianjur yang Diduga Keracunan MBG

Senin, 27 April 2026 | 08:58 WIB
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang bantah balita di Cianjur meninggal bukan keracunan MBG (BGN)

PORTALOKA.ID - Seorang balita berusia dua tahun di Cianjur, Jawa Barat meninggal dunia.

Kematian balita tersebut menjadi sorotan lantaran disebut-sebut akibat keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis).

Terkait kabar tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang akhirnya buka suara.

BGN menegaskah bahwa meninggalnya balita bernama M. Abdul Bais tidak terkait program MBG.

Baca Juga: Heboh Balita di Cianjur Dilaporkan Meninggal Dunia Diduga Keracunan MBG, Pihak Rumah Sakit Ungkap Dugaan Awal Penyebabnya

"Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena Program MBG," tegas Nanik, dikutip Senin, 27 April 2026.

Dia menjelaskan, makanan MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles kepada penerima manfaat pada 14 April 2026 dan langsung dikonsumsi pada hari yang sama. Menu yang disajikan meliputi mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.

Pada malam harinya serta keesokan pagi, orang tua anak memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri, di luar program MBG.

Gejala baru muncul dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April 2026, saat anak mulai mengalami muntah-muntah.

Baca Juga: Seorang Guru Tegur Sopir MBG di SMA Sulteng Gegara Terlambat Datang, tapi Pelaku Malah Nyantai Sambil Sebat

Dia menyebut, dari total 2.174 penerima manfaat yang menerima MBG pada 14 April, tidak ada satu pun yang mengalami gangguan pencernaan.

"Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi," ujarnya.

Nanik menambahkan, almarhum terakhir mengonsumsi MBG pada Selasa, 14 April 2026. Pada Rabu, 15 April 2026, anak tersebut tidak mengonsumsi MBG karena menolak makan. Gejala kemudian muncul pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 06.00 pagi, berupa muntah dan diare.

BGN pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya penerima manfaat 3B tersebut. "Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M. Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ungkap Nanik.

Halaman:

Tags

Terkini