SOLO, PORTALOKA.ID - Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersorak kegirangan saat menyaksikan tendangan penalti PSGC Ciamis menjebol gawang Persiba Bantul.
Hal yang sama juga terjadi di Taman Lokasana Ciamis. Ratusan massa nonton bareng yang digerakkan Baraya Lintas Kota merayakan kemenangan Laskar Singacala.
Bukan hanya suasana di Ciamis, siapapun yang berada di Stadion Sriwedari sore ini, Sabtu, 7 Februari 2026 ikut larut dan berdebar, karena ini bukan sekadar pertandingan biasa. Hujan turun pelan lalu rapat, rumput licin, napas berat, dan harapan menggantung di udara.
Sabtu sore ini menjadi hari ketika PSGC Ciamis menantang takdir dan menolak kalah.
Baca Juga: Ketika 'Corvee' Menggema di Stadion Galuh Ciamis
Di tengah cuaca yang seolah ikut menguji nyali, Laskar Singacala bermain dengan satu keyakinan: pulang membawa tiket terakhir ke Liga 2 Championship, atau pulang dengan dada kosong.
Tak ada jalan tengah. Sejak peluit awal, laga terasa tegang. Bola lebih sering melayang daripada menggelinding.
Setiap duel udara adalah pertaruhan. Dan dari situasi itulah PSGC lebih dulu berbicara.
Menit ke-23, Shahih Elang Rishandy melompat lebih tinggi dari siapa pun, menyundul bola sepak pojok dengan keyakinan penuh. Gol! Seisi tribun bergemuruh, seolah hujan ikut bertepuk tangan.
Baca Juga: Prabowo Kukuhkan Kepengurusan MUI Periode 2025-2030, Ini Susunan Pengurusnya
Namun sepak bola tak pernah kejam sendirian, ia adil dalam memberi harapan. Persiba Bantul membalas sebelum jeda.
Fachrizal Maulana, sang kapten, menyamakan kedudukan lewat skema yang sama: bola mati, sundulan, dan luka kecil di dada PSGC. Skor 1-1.
Belum sempat laga bernapas, PSGC kembali menggigit. Menit ke-45, Sidang Iskus mencuri ruang dan mencetak gol yang membuat bangku cadangan Ciamis melompat serempak.
Babak pertama ditutup dengan keunggulan 2-1, tapi tak satu pun pemain PSGC terlihat benar-benar lega.