CIAMIS, PORTALOKA.ID - Persatean Pesantren Ortodoks Kabupaten Ciamis kembali menggelar peringatan Isra Miraj dengan tema "Ngaguar Ayat Kaget Jilid III" di Taman Alun-Alun Galuh Ciamis, Selasa, 20 Januari 2026.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Forkopimda Kabupaten Ciamis, Forkopimcam, para ulama, pimpinan pesantren, para budayawan, dan Ketua Dewan Kebudayaan Dr. Yat Rospia Brata.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kabag Kesra, Anwar Solahudin, S.Ag, mengatakan, momentum Isra Mi'raj bukan sekadar seremonial tapi ini refleksi untuk memperbaiki diri melalui ibadah sholat.
"Kita harus menjadikan momentum ini untuk meningkatkan keimanan dan memperbaiki karakter menjadi lebih baik lagi," ujarnya.
Baca Juga: Kisah Sukses Usaha Makanan Ringan Berbasis Resep Keluarga, Naik Kelas Lewat LinkUMKM BRI
Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Dr Yat Rospia Brata mengatakan, tradisi syiar Islam yang dilaksanakan oleh Persatean Pesantren Ortodoks merupakan salah satu tradisi yang harus dijaga.
"Budaya dan Islam harus disandingkan dan saling melengkapi bukan dibenturkan. Para penyebar Islam generasi awal menggunakan budaya dan tradisi sebagai media dakwah," ujarnya.
Sementara Mama Rohel dalam ceramahnya membedah makna ayat-ayat kaget.
Selama ini umat Islam tertidur dan melamun sehingga perlu dibuat kaget agar bisa memahami mahalnya ibadah sholat.
Baca Juga: MTs Janggala Ciamis Raih Juara 2 Hepweti Futsal Competition 2026
"Untuk menerima perintah sholat, Nabi Muhammad menembus langit Sidratul Muntaha dan bolak balik di setiap lapisan langit. Jika dihitung dengan rumus fisika, ternya Nabi menempuh jarak 2.165 miliar kilometer. Ini jelas peristiwa yang bikin kaget," ujarnya.
Menurut Mama Rohel, lahirnya surat Al Isra mengagetkan semua makhluk di alam semesta.
Logika manusia tak mampu menjangkau peristiwa tersebut. Pun alam mendadak hening dan waktupun terhenti demi memberikan penghormatan baginda Nabi.
"Malaikat Jibril belum pernah memasuki langit Sidratul Muntaha, makanya dia kaget terkejut. Selama ribuan tahun, hanya Nabi Muhammad yang diijinkan masuk ke Sidratul Muntaha. Jibril mengaku akan hangus terbakar jika masuk ke langit Sidratul Muntaha," ujar Mama Rohel dengan nada serius.***