berita

Pengakuan Kerabat Kopilot Pesawat ATR 42-500, Sebut Smartwatch Masih Aktif dan Deteksi Pergerakan Langkah Kaki

Senin, 19 Januari 2026 | 18:04 WIB
Upaya pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. (Instagram @kantorsar_makassar)

Baca Juga: Fakta Bocah Tewas di Selokan Mataram Sleman, Korban Sudah Tidur Dengan Ibu Hingga Pergi Saat Ayah Ronda

Maksimalkan Pencarian dalam Waktu Golden Time

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan dalam keterangannya bahwa tim SAR kini fokus untuk menemukan dan mengevakuasi korban.

Sebanyak lebih dari 1.200 personel sudah diterjunkan untuk pencarian dan evakuasi di kawasan Gunung Bulusaraung.

“Dalam kurun waktu golden time ini, kita mengharapkan ada keajaiban dan juga tim SAR mampu menemukan seluruh korban,” ucap Syafii dalam konferensi pers di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep pada Senin, 19 Januari 2026.

Baca Juga: Truk Muatan Es Kristal Pecah Ban Terguling di Jalan Jogja-Solo Delanggu Klaten, 1 Orang Tewas

“Karena kami yakini bahwa kepastian itu hanya milik Tuhan. Selama kita belum benar-benar menemukan, kita pasti akan mengejar dalam kurun waktu yang ada,” tambahnya.

Golden time merupakan periode waktu kritis dalam tindakan penyelamatan yang umumnya sekitar 72 jam atau 3 hari pertama setelah kejadian.

Pencarian Korban Sempat Terkendala Cuaca

Syafii juga menyebut ada kendala cuaca hingga medan selama proses pencarian.

Baca Juga: Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Masuk Sawah di Trucuk Klaten, Evakuasi Kendaraan Kerahkan 30 Orang

“Dari tim di lapangan memang telah menemukan korban. Namun, karena kondisi cuaca dan medan yang ada, sehingga evakuasi belum bisa kita sampai di rumah sakit yang ditunjuk polri sebagai tim DVI (Disaster Victim Identification),” terangnya.

“Prioritas yang kita laksanakan adalah SAR menggunakan sarana udara, namun karena cuaca, pesawat tidak maksimal untuk kita operasikan,” sambungnya.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026 di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Serpihan pesawat lantas ditemukan oleh pendaki dan tim SAR di Gunung Bulusaraung, sehingga pencarian dilakukan di area tersebut.***

Halaman:

Tags

Terkini