Dari hasil surveilans sentinel sejak tanggal 28 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 tercatat sekitar 53 kasus influenza A, namun bukan subclade K.
Baca Juga: Perpres No 79 Tahun 2025 Terbit, Segini Gaji PNS 2026, Cair 1 Februari 2026
Terkait dampak, Solikhin menegaskan super flu tidak seberbahaya seperti halnya Covid-19, meski cara penularannya mirip, yakni melalui droplet yang keluar saat batuk, bersin, atau berbicara.
Virus juga dapat menempel di permukaan benda dan berpindah ke tubuh melalui tangan yang tidak bersih.
Namun, kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus adalah lansia dan penderita penyakit penyerta (komorbid).
“Pada kelompok rentan, risiko perburukan lebih tinggi, sehingga disarankan menggunakan alat pelindung diri saat berinteraksi dan segera mendapatkan perawatan bila muncul gejala,” katanya.
Ia berpesan, untuk pencegahan masyarakat dapat melakukan vaksinasi influenza, meskipun belum tersedia vaksin khusus untuk subclade K. Vaksin flu yang ada dinilai tetap bermanfaat dalam membantu tubuh membentuk antibodi dan mencegah perburukan penyakit.
Namun, hingga saat ini belum ada program vaksin flu gratis di Puskesmas, dan vaksinasi masih bersifat berbayar.
"Selain itu, pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, seperti memakai masker saat sakit, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga ventilasi ruangan, serta menerapkan etika batuk yang benar dengan menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau lengan bagian atas,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah menyampaikan himbauan kewaspadaan kepada seluruh kepala Puskesmas serta melakukan edukasi kepada masyarakat melalui promosi kesehatan.
Baca Juga: Cara Membuat Bubur Manado, Resep Manfaatkan Nasi Sisa, Berserat dan Sehat Untuk Sarapan
“Super flu ini memang tidak sehebat Covid-19, tetapi tingkat kesakitannya cukup mengganggu. Jadi yang terpenting adalah mencegah penularan dan menjaga diri agar tidak sakit,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mantrijeron, Eny Purdiyanti mengungkapkan, hingga saat ini tidak tercatat penderita super flu di wilayahnya.
“Masyarakat bisa mencegahnya dengan meningkatkan daya tahan tubuh seperti istirahat cukup, makan makanan yang bergizi dan memenuhi cairan tubuh,” ungkapnya. ***