Kamis, 4 Juni 2026

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Minta Warga Waspada Super Flu, Diimbau Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Jumat, 9 Januari 2026 | 08:30 WIB
ILUSTRASI - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemunculan penyakit super flu. (freepik/freepik)
ILUSTRASI - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemunculan penyakit super flu. (freepik/freepik)

PORTALOKA.ID - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemunculan penyakit super flu.

Penyakit ini diketahui merupakan varian baru influenza A, yakni Influenza A H3N2 Subclade K dan termasuk dalam kategori Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan kemampuan penularan relatif cepat.

Hal ini disampaikan oleh, Sub Koordinator Kelompok Substansi Surveilans, Pengelolaan Data, dan Sistem Informasi Kesehatan Bidang P2P PD SIK Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Solikhin Dwi Ramtana saat diwawancarai, Rabu, 7 Januari 2026.

Ia menjelaskan, super flu pada dasarnya masih merupakan flu biasa, namun disebabkan oleh varian baru virus influenza A.

Baca Juga: Kapan THR Lebaran PPPK Paruh Waktu 2026 Cair? Simak Estimasi Waktunya

“Super flu ini termasuk influenza A H3N2 Subclade K."

"Penularannya memang lebih mudah dan gejalanya cenderung lebih berat dibandingkan influenza biasa."

"Namun hingga saat ini belum ditemukan adanya peningkatan tingkat keparahan penyakit secara signifikan seperti Covid-19,” jelas Solikhin.

Ia menambahkan, kemunculan berbagai varian virus influenza merupakan hal yang wajar dari sisi epidemiologi.

Di Indonesia sendiri, influenza A sudah lama ditemukan, hanya saja sebelumnya belum teridentifikasi sub kelompoknya secara rinci.

Baca Juga: 3.390 PPPK Paruh Waktu Paluta Resmi Dilantik, Berapa Gaji per Bulan?

Berdasarkan hasil penelusuran dan referensi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), super flu memiliki karakteristik gejala yang lebih berat, seperti demam mendadak yang berlangsung lebih lama, nyeri otot dan sendi yang lebih hebat, lemas ekstrem, sakit kepala berat, serta batuk yang persisten hingga dua minggu.

Durasi sakit ini lebih panjang dibandingkan influenza biasa yang umumnya membaik dalam waktu sekitar satu minggu.

Namun, Solikhin memastikan di Kota Yogyakarta belum ditemukan lonjakan kasus super flu secara klinis.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X