berita

Kebijakan Baru BGN: MBG Bakal Gunakan Produk UMKM Lokal hingga Respons Soal Menu Spagetti dan Burger

Minggu, 28 September 2025 | 10:52 WIB
Ilustrasi - BGN gandeng UMKM lokal sebagai pemasok bahan makanan MBG (Tim Media Presiden Prabowo)

Baca Juga: Ribuan Siswa jadi Korban Keracunan MBG, BGN Lakukan Langkah Tegas: Tutup Dapur SPPG hingga Bentuk Tim Investigasi

Tak Ada Toleransi Jika Tetap Gunakan Produk Kemasan Pabrik

Dalam kesempatan lain, Nanik sempat menegaskan bahwa dirinya pun menyoroti tentang menu MBG yang menggunakan produk dari pabrik meski baru menjabat sebagai Wakil Kepala BGN selama seminggu.

“Dapur MBG adalah untuk membangkitkan ekonomi lokal, bukan untuk memperkaya pemilik pabrik roti,” kata Nanik saat jumpa pers di Jakarta pada Jumat, 26 September 2025.

“Saya tidak akan mentolerir pemakaian produk-produk pabrikan, kami akan menggunakan lokal. Roti-roti yang dibuat oleh ibu-ibu murid yang kami berikan makan. Jadi, roti itu dibuat oleh ibunya dan dimakan anaknya,” terangnya.

Kecuali untuk susu, di mana tidak ada peternakan sapi, maka diizinkan untuk menggunakan produk kemasan.

Baca Juga: Berkat Pendampingan BRI, Usaha Kopi Lokal Ini Semakin Bertumbuh, Awalnya dari Hobi Kini jadi Ladang Bisnis Menjanjikan

Respons BGN soal Kritikan Menu Spagetti dan Burger

Mengenai kritikan menu spaghetti dan burger, Nanik memastikan bahwa menu tersebut hanya disajikan sesekali karena untuk memenuhi permintaan siswa.

“Jadi, anak-anak SPPG punya kreativitas biar tidak bosan, pokoknya satu minggu anak-anak boleh request yang belum pernah mereka makan, akan dimasakkan,” kata Nanik pada acara yang sama.

“Misalnya anak-anak yang di daerah-daerah terpencil kan susah dapat burger, nah mungkin dia nontonnya di TV atau nonton di YouTube ya, terus kemudian kan pengin makan apa, satu minggu itu boleh request satu kali. Jadi, anak-anak boleh request satu kali, supaya nggak bosen dengan makanan ini, itu tidak day to day kita berikan dengan seperti itu,” jelasnya.

Baca Juga: 3 Tempat Makan Enak Sekitar Stasiun Purwokerto, Rekomendasi untuk Isi Perut Lapar Selepas Perjalanan

Kritik tentang menu MBG tersebut dilontarkan oleh ahli gizi Tan Shot Yen dalam rapat bersama Komisi IX DPR pada 22 September 2025 lalu.

“Yang dibagi adalah adalah burger di mana tepung terigu tidak pernah tumbuh di bumi Indonesia, nggak ada anak muda yang tahu bahwa gandum tidak tumbuh di bumi Indonesia,” kata Tan di depan anggota dewan.

“Dibagi spaghetti, dibagi bakmi Gacoan, oh my God dan maaf, ya, itu isi burgernya itu kastanisasi juga, kalau yang dekat dengan pusat supaya kelihatan bagus dikasih chicken katsu,” tambahnya.***

Halaman:

Tags

Terkini